Hidup Sehat adalah hidup yang bebas dari semua masalah rohani
(mental) ataupun masalah jasmani (fisik). Hidup sehat bisa diartikan sebagai
seseorang yang hidup sehat secara fisik dan psikis tanpa ada masalah kesehatan
sedikitpun. (klik http://promkes.kemkes.go.id/hidup-sehat)
Dewasa
ini masih banyak remaja yang kurang peduli mengenai pentingnya menjaga pola
hidup sehat bagi dirinya. Contohnya,
sering tidur larut malam, makan-makanan instan atau cepat saji, melewatkan
sarapan pagi, olahraga tidak teratur, dan juga kurang mengonsumsi makanan yang
sehat dan seimbang. Hal ini membuat remaja sekarang menjadi kurang berenergi,
wajah tidak segar, berat badan yang menurun, mudah terkena flu, kurang fokus
dalam belajar, dan juga dapat mengakibatkan kemampuan otak menurun.
Sebagian
besar para remaja menyepelekan arti pentingnya kesehatan bagi diri sendiri.
Masih banyak diantara mereka yang beranggapan bahwa penyakit akan datang
menyerang saat usia mereka sudah menjelang tua. Pemikiran semacam itu merupakan kesalahan besar karena penyakit tidak akan memandang siapa orang itu
dan berapa pun usia nya.
Perbanyak
makan-makanan sehat seperti sayur, buah, daging ikan segar, kacang-kacangan.
Hindari makanan yang cepat saji karena tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kurangi
mengonsumsi snack. Utamakan makanan seimbang. Jangan melewatkan
sarapan pagi. Makan yang teratur (pagi, siang, dan malam). Kurangi makanan yang
berlemak seperti gorengan karena dapat menyebabkan kolestrol tinggi. Berhenti
makan ketika sudah terasa kenyang: Jangan makan berlebihan hanya karena masih
ada sisa makanan di piring Anda. Jika sudah terasa kenyang lebih baik stop
makan karena makan berlebihan juga tidak baik. Selain itu bisa membuat berat
badan berlebih.
2. Minuman
Hindari
minuman yang banyak mengandung gula, perasa buatan, dan pewarna buatan. Zat-zat
tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa tertimbun dalam ginjal.
Hindari minuman yang mengandung alkohol karena dapat merusak fungsi hati dan
otak. Perbanyak Minum Air Putih, Jauhkan tubuh kita dari dehidrasi dengan
banyak meminum air putih minimal 8 gelas per hari. Air putih ini berguna untuk
membuang zat-zat beracun di dalam tubuh serta membantu melancarkan metabolisme
tubuh.
3. Olahraga
Jangan
lupa dengan rajin berolahraga secara teratur, supaya badan tetap kece dan
stabil. Otak dan wajah juga menjadi segar. Tidak ada salahnya kita menyempatkan
diri untuk berolahraga. Hal ini juga untuk menghindarkan para remaja dari
berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyerang tubuhnya. Kegemukan atau
obesitas dapat memicu tubuh mudah terserang berbagai penyakit. Lakukanlah olah
raga paling tidak 3 kali dalam satu minggu.
4. Istirahat Cukup
Aktivitas
boleh banyak, tapi jangan lupa untuk beristirahat. Istirahat yang cukup sangat
penting bagi tubuh yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kita
bisa kembali bangun dengan tubuh yang lebih segar untuk melanjutkan kegiatan
yang produktif. Tidur yang cukup juga dapat meningkatkan kemampuan otak.
Tidurlah minimal 10 atau 8 jam perhari di waktu yang tepat mulai dari jam 9
malam sampai jam 6 pagi.
5, Menciptakan Lingkungan Yang Sehat
Apabila
kita ingin menikmati kesehatan yang sesungguhnya maka kita juga harus
memperhatikan lingkungan kita yang harus kita jaga. Lingkungan yang perlu kita
jaga adalah, air, tanah, udara, iklim, tumbuhan dan lain sebagainya. Apabila
kita hidup dilingkungan yang tidak baik seperti berkumpul dengan orang yang
perokok, lingkungan yang penuh dengan sampah, banyak terkena asap mobil dan
lain-lain. Dengan lingkungan yang tidak baik, juga akan bisa memicu kesehatan
kita.
6. Menerapkan Pola Hidup Bersih
Cara
hidup sehat dan bersih harus dilakukan di lingkungan sekitar kita. Jangan malas
untuk bersih-bersih rumah karena ruangan yang kotor dan berdebu bisa
menimbulkan banyak penyakit. Oleh karena itu, rajinlah membersihkan ruangan dan
jangan lupa gunakan masker saat membersihkan.
Manfaat Hidup Sehat
1.
Kebugaran Tubuh yang Akan Tetap Terjaga
Hidup
sehat akan berpengaruh ke dalam fungsi-fungsi tubuh kita. Dimana kebugaran
tubuh kita akan tetap tejaga dengan baik. Kebugaran tubuh akan mempengaruhi
kinerja kita dalam akitivitas sehari-hari
2.
Tampil Lebih Menarik
Individu
dengan gaya hidup sehat, akan terlihat lebih menarik, dan mengundang first
impression yang baik pula. Kita akan dilihat sebagai orang yang menarik, segar,
dan bersih. Berebeda apabila anda memiliki gaya hidup yang kotor dan tidak
sehat. Selain itu, gaya hidup sehat juga membuat tubuh terlihat lebih bugar dan
segar, yang nantinya juga dapat mempengaruhi first impression orang lain
terhadap diri kita.
3.
Menghemat biaya obat-obatan
Apabila
kita bisa hidup bersih dan sehat, maka secara tidak langsung tubuh kita akan
segar bugar. Kebugaran tubuh yang baik ini akan membuat kita tidak perlu
sering-sering mengeluarkan biaya lebih dalam membeli obat-obatan. Berebeda
apabila kita hidup tidak sehat. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan
untuk menebus obat-obatan serta vitamin dan suplemen untuk menunjang kebugaran
tubuh kita. Seseorang yang menjalani hidup sehat akan sangat menghemat
pengeluaran mereka dalam membeli obat-obatan dan suplemen tambahan.
4.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Dengan
tubuh yang sehat, maka membuat tubuh menjadi lebih berstamina dan bersemangat
dalam menjalankan aktivitas. Tubuh yang sehat akan terpancar dari aura
wajahnya, karena itu secara otomatis akan menambah rasa percaya diri baik saat
harus berada ditengah-tengah keluarga ataupun ketika berhadapan dengan teman,
ataupun dengan orang-orang dilingkungan sekitar.
5.
Hidup Menjadi Lebih Sehat
Dengan
menerapkan pola hidup sehat, maka secara otomatis akan banyak dampak positif
yang akan dirasakan pada tubuh, karena makanan dan minuman yang sehat serta
menghindari berbagai kebiasaan negatif, seperti merokok, begadang, dan
sebagainya akan meningkatkan level kesehatan.
Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai hipertensi. Seseorang disebut mempunyai tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya terukur pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Tekanan darah ditentukan oleh berapa banyak volume darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi aliran darah di pembuluh darah/arteri. Jadi, tekanan darah akan terukur lebih tinggi apabila jantung memompa darah lebih cepat dan/atau arteri lebih sempit.
Tekanan darah yang tinggi dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung dan stroke. Walaupun tidak ada gejala yang timbul dan biasanya pengidap baru menyadari setelah terjadi komplikasi, tekanan darah tinggi dapat dideteksi dengan mudah melalui pemeriksaan tekanan darah.
GEJALA
Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda atau gejala tertentu. Bahkan beberapa orang tidak merasakan adanya masalah hingga tekanan darah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Pada sebagian orang lainnya, kondisi hipertensi dapat menyebabkan sakit kepala, sesak napas atau mimisan. Namun tanda atau gejala tersebut tidak spesifik dan biasanya tidak terjadi sampai tekanan darah tinggi mencapai tahap yang lebih serius.
Tekanan darah diukur dengan dua macam tekanan yaitu tekanan darah atas (sistolik) dan tekanan darah bawah (diastolik). Angka sistolik mengukur tekanan di pembuluh darah pada saat jantung memompa darah/ berdetak. Angka diastolik mengukur besarnya tekanan di pembuluh darah di antara detakan jantung.
Tekanan darah dapat dibagi menjadi empat kategori:
Tekanan darah normal. Angka tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg
Tekanan darah meningkat. Seseorang termasuk dalam kategori ini apabila tekanan sistolik dalam rentang 120 sampai 129 mmHg, dan tekanan diastolik dibawah 80 mmHg.
Hipertensi tingkat 1. Apabila tekanan sistolik antara 130-139 mmHg atau tekanan diastolik 80-89 mmHg
Hipertensi tingkat 2. Apabila tekanan sistolik 140 mmHg ke atas atau tekanan diastolik 90 mmHg ke atas.
PENYEBAB
Belum ada penyebab jelas akan terjadinya hipertensi pada wanita maupun pria. Namun, anda akan mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi jika anda:
Berusia lebih dari 65 tahun
Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
Memiliki keluarga yang mengidap tekanan darah tinggi
Mengkonsumsi terlalu banyak garam dan kekurangan buah dan sayuran
Tidak melakukan olahraga teratur
Mengkonsumsi banyak alkohol atau kopi (atau minuman kafeina lain)
Merokok
Kurang tidur atau mengalami kesulitan tidur
Adapun kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diantaranya adalah:
Masalah ginjal (penyakit ginjal, infeksi ginjal jangka panjang, penyempitan arteri yang memasuki ginjal)
Obstructive sleep apnea (gangguan tidur dimana penderita berhenti bernapas sesaat)
Masalah hormon, seperti hipertiroid, sindrom Cushing, akromegali, peningkatan kadar hormon aldosteron (hiperaldosteronism) dan gangguan kelenjar adrenal (feokromositoma)
Lupus (suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh seperti kulit, persendian dan organ)
Skleroderma (suatu kondisi yang menyebabkan kulit menebal, dan kadang-kadang menyebabkan permasalahan di organ dan pembuluh darah)